Jumat, 06 November 2015

CARA MENGKONFIGURASI ACCESS POINT





Pada kali ini saya menggunakan access point dengan merk Linksys. 
Berikut adalah tahap-tahapannya:

Pastikan AP dengan sumber listrik terhubung dengan kabel adaptor.

     

      Bila  AP sudah terhubung lampu indikator pada AP akan menyala.


Reset Access Point (AP), dengan cara meng-klik tombol reset yang ada pada AP selama 30 detik sampai lampu pada AP mati dan kemudian menyala kembali.

Kemudian, cari network conection yang bernama sesuai dengan AP yang digunakan (linksys), lalu klik connect untuk menghubungkan PC dengan AP.


Lalu, atur networknya agar satu network dengan network AP. Klik kanan pada icon sinyal di Notification Area Icon, kemudian pilih Open Network and Sharing Center


Lalu pilih Use the following IP address agar IP address dapat diisi secara manual. Isi IP Address yang satu network dengan Access Point Linksys (default IP Address: 192.168.1.245; dapat di lihat di kemasan AP, ataupun di fisik AP). Kemudian isi subnet mask sesuai kelas nya, dan klik ok.




Setelah itu, buka browser dan ketikan IP address default dari AP (192.168.1.245) pada Address bar. Dan akan muncul kotak dialog yang meminta Username dan Password untuk masuk ke pengaturan konfigurasi Access Point Linksys ini (default username: <kosongkan>, password: admin; dapat dilihat di kemasan atau fisik dari AP). Kemudian klik Log In.





Setelah login akan muncul tampilan . Ini adalah tampilan setup AP Linksys. Pilih Configuration Type nya, untuk menentukan bagaimana IP address akan diambil, ada Static IP atau DHCP.

Misalnya, kita pilih jenis security WPA2-Personal. Akan diminta memasukan passphrase, ini adalah password ketika AP kita akan diakses orang lain.


Minggu, 20 September 2015

Kecerdasan Buatan



ITERATIVE DEEPENING
Itterative Deepening telah diadaptasi sebagai algoritma manajemen waktu dalam depth-first search. Algoritma ini bekerja ketika program memulai dengan pencarian satu lapisan, kemudian menambah kedalaman pencarian dan melakukan pencarian lain. Proses ini diulang sampai waktu yang dialokasikan telah habis. Bila proses pencarian belum selesai, program ini selalu memiliki pilihan untuk kembali ke langkah yang dipilih dalam iterasi terakhir dari pencarian. Namun jika kita memastikan bahwa langkah ini dicari pertama dalam iterasi berikutnya maka timpa langkah baru dengan langkah yang lama sehingga yang lama menjadi tidak diperlukan lagi.
Dengan cara ini, hasil dari pencarian parsial dapat diterima meskipun dalam kasus penurunan bobot skor adalah hal yang tepat untuk mengalokasikan lebih banyak waktu sebagaimana biasanya dalam percobaan alternatif pertama adalah buruk.

Sumber :
https://chessprogramming.wikispaces.com/Iterative+Deepening

BIDIRECTIONAL SEARCH
Ide algoritma Bidirectional Search adalah untuk mengurangi waktu pencarian dengan mencari ke depan (maju) dan ke belakang (mundur) dari goal state secara bersamaan. Ketika dua batas/parameter pencarian dapat membentuk suatu jalur dari start state melalui batas persimpangan perbatasan goal state.
Namun masalah muncul pada algoritma ini, selama proses pencarian harus memastikan bahwa kedua batas pencarian benar-benar bertemu. Misalnya pencarian depth-first di kedua arah tidak mungkin bekerja dengan optimal karena batas pencarian yang kecil kemungkinan melewati satu sama lain. Pencarian breadth-first di kedua arah akan menjamin untuk memenuhi kebutuhan pencarian.


Sumber:
http://artint.info/html/ArtInt_65.html

DEPTH LIMITED SEARCH
Pencarian depth-terbatas (DLS) Metode ini hampir sama dengan pencarian mendalam-pertama (DFS), tapi DLS memecahkan masalah negara ruang terbatas karena batas kedalaman pohon pencarian dengan batas yang telah ditentukan. Node pada batas kedalaman ini diperlakukan seolah-olah mereka tidak memiliki penerus. Dengan demikian, kompleksitas waktu dan kompleksitas ruang adalah adalah (adalah faktor percabangan). Perhatikan bahwa DPS dapat dilihat sebagai kasus khusus dari DLS dengan batas yang tak terbatas (dalam arti, DLS adalah pendekatan yang lebih umum)

Sumber : http://ai-maker.com/the-depth-limited-search-algorithm/

Minggu, 09 Agustus 2015

Cita- Cita Terbesar Saya



CITA-CITA TERBESAR DALAM HIDUP SAYA

Saya terlahir dari keluarga keturunan Jawa-Madura dan Sunda. Saya anak bungsu dari 3 bersaudara. Di lingkungan keluarga, saya selalu ditanyai mau jadi apa kalau sudah besar. Jujur saya mempunyai banyak cita-cita sehingga saya terlalu malas untuk menceritakan pada orang lain. Cita-cita saya terlalu banyak sehingga saya sudah lelah untuk mempunyai cita-cita dan memutuskan untuk memikirkannya nanti saja. Saya terlalu takut untuk bercita-cita karena takut tidak bisa mewujudkannya.

Lambat laun, semakin dewasa, usia saya sudah menginjak kepala dua. Sudah saatnya untuk menetapkan jati diri dan tujuan hidup alias cita-cita. Dari sekian banyak cita-cita saya mengambil 3 cita-cita yang setidaknya masuk akal untuk saya wujudkan dengan kemampuan dan minat bakat saya saat ini.

Pertama saya ingin menjadi translator bahasa asing. Saya lagi gemar-gemarnya menekuni bahasa inggris, korea dan jerman. Saya belajar otodidak hingga kini. Saya suka bertemu dengan orang asing dan mempelajari budaya negara lain. Itulah motivasi saya mempunyai cita-cita tersebut.

Kedua, saya ingin menjadi application developer. Saya ingin mempunyai pekerjaan yang sesuai dengan konsentrasi pendidikan saya saat ini. Walaupun saya masih tertatih-tatih, saya yakin bisa. Doakan saja :)

Dan cita-cita terakhir adalah saya ingin menjadi penulis buku. Saya suka menulis, walaupun tulisan saya masih jauh dari sempurna. Masih proses belajar. Waktu kecil saya pernah menjadi jurnalis muda dan hingga saat ini saya masih termotivasi dengan cita-cita yang satu ini.
Banyaknya cita-cita terkadang membuat saya bingung dan terkadang menyerah. Sifat malas, pesimis, tidak percaya diri selalu menghampiri. Tak jarang saya selalu merasa down bila melihat orang lain sukses dengan mudahnya. Saya sadar, kemampuan saya memang tidak seperti yang lain.
Untuk mengatasi sifat buruk tersebut, dari mulai saat ini saya selalu mengatakan cita-cita saya pada teman, sahabat maupun keluarga agar bila saya menyerah, ada yang mengingatkan tentang cita-cita saya.